Seberapa pantas

Seberapa pantaskah ku mendapat cinta darinya
Seperti pantasnya dia mendapat cinta dariku
Sudahkah seperti ini suratan yang kau tulis untukku tuhan?
pantaskah diriku cemburu tuhan?
Bukankah cemburu hanya milik seorang yang saling mencinta?
Bukan milik seorang yang mencinta tanpa dicintai
Sungguh telah kututup pintu ini dari hawa yang lain
Bahkan hatiku pun tlah ku tancapkan pada palung hatinya
Tapi dia?...
Aku memang tak berada tuhan
Aku memang tak pintar maupun rupawan
Aku hanya memiliki hati yang sungguh amat tulus dalam mencinta
Banyak orang bilang..
Apa cukup hanya bermodalkan hati?
Mau makan apa? Makan hati?
Banyak orang yang tak sadar bahwa justru hatilah yang menentukan seorang menjadi orang yang berada, pintar maupun rupawan
Aku hanya hiasan dalam sketsa kehidupannya
Menjadi pengindah dalam setiap adegan-adagan ceritanya
Jika memang dia bukanlah jawab atas segala tanyaku
Agar rasa ini tak makin merasuk pada tiap sari pati tubuh ini
Maka bunuh rasa ini tuhan..
Jangan biarkan ia tersisa sedikitpun
Jangan sisakan asa yang tersia-sia

Komentar

Postingan Populer