Mendesah rasa

Mungkin begini yang dirasakan pak habibie ketika ditinggal untuk selamanya oleh bu ainun. Sepi, hening, hampa.. ngga bisa kubayangkan seberapa galau beliau. Wanita yang biasa menemani suka dukanya kini tlah tiada disamping tubuh tuanya. Dari sini lah yang membuat saya makin kagum pada beliau, setelah melewati masa-masa duka pak habibie masih bisa berdiri menjalani hidup ini dengan senyuman. Mungkin ini yang namanya cinta sejati, dengan kekuatan cinta beliau bisa dengan cepat merubah perasaan kelam itu menjadi semangat baru. Ibu ainun emang sudah tiada, tapi bu ainun sudah tersimpan dalam diri dan hati beliau, maka tanpa kehadiran bu ainun disamping beliau sekalipun. Pak habibie mampu menghadirkan sosok bu ainun dengan arti yang baru, pak habibie menghadirkan bu ainun dalam hatinya. Membuatnya jauh.. jauh.. jauh lebih dekat dari sebelumnya. Mungkin ini yang membuat beliau tetap kuat menjalani sisa hidupnya.
Pak habibie benar-benar membuat saya sadar. Ketidakhadiran seorang terkasih disampingmu bukan alasan untuk meratap, Tapi justru membuat benih rasa cinta kasih itu makin menggelora. Kesendirian sesaat ini seharusnya membuat rasa itu makin mebumbung dan menguatkan bukan malah menjatuhkan dan melemahkan. Saya jadi inget kata-kata Sujiwo tejo, "ketika dirimu berada pada titik kerinduan paling mendalam, cara tebaik untuk menghilangkannya adalah saling mendo'akan satu sama lain". Ya do'a itu ibarat api yang memanaskan air dan gula, panasnya mampu menyatukan air dan gula menjadi satu kesatuan yang manis rasanya dan panasnya pun mampu menjaga rasa itu tetap menggelora
Pak habibie benar-benar mengajarkanku. Kesendirian bukan untuk diratapi, tapi justru menjadi wadah untuk memupuk dan menambah perasaan sayang pada orang terkasih. Seperti kata Buya hamka "cinta itu menguatkan bukan melemahkan".
    

Komentar

Postingan Populer