Sepotong diam yang tak henti mencinta
Terduduk manis dibawah mentari.
Meresapi terik panas kota ini.
Menikmati tiap menit disampingmu.
Menjalani indah bersamamu.
Tiap hari begini.
Tak ada bosan, tak ada gundah.
Semua bahagia…
Merasakan damai bersamamu.
Aku begitu..
Entah denganmu kasih tak sampaiku.
Entah apa kau juga begini.
Seperti aku yang memuja cinta padamu.
Atau aku hanya angin lalu.
Yang menyejukan sekelebat saja.
Tidak berarti, tak bermakna.
Hanya memberikan kesementaraan.
Sudah kah ini suratanku..
Tuhan hanya kau yang tahu.
Tapi biarlah diri ini berusaha.
Karena…
Walau akhirnya tak sejalan dengan gerak kaki melangkah.
Sepotong diam yang tak henti mencinta ini,
Di penghujung senja nanti masih dapat tersenyum.
Komentar
Posting Komentar